Membuat Kedap Suara Ruang Studio Musik dengan Mat Resin Noise Armour

Bagi kita yang suka hobby musik, maka membuat ruang kedap suara studio musik adalah penting dan wajib. Namun sebelumnya kita bahas detail apa itu kedap suara, apa itu peredam suara, apa itu bahan kedap suara, bahan peredam suara, apa itu kelebihan dan kekurangan rockwool glasswool dan kelebihan kekurangan mat resin noise armour.

Kedap Suara Ruang Studio Musik

Suara terdiri dari gelombang yang berjalan melalui medium. Beberapa bahan memiliki nilai ketahanan terhadap suara yang bagus sehingga membuat bahan tersebut kedap suara. Udara, misalnya, menawarkan ketahanan terhadap suara kecil oleh karena itu udara merupakan penyumbang utama terhadap suara yang tidak diinginkan di sebuah ruangan. Sumber kebisingan lain yang tidak diinginkan di dalam sebuah ruangan bisa berasal dari getaran. getaran terjadi ketika sebuah gelombang suara perjalanan bolak-balik dari satu objek yang lain. Hal ini dapat terjadi, misalnya, ketika gelombang suara menabrak di salah satu dinding ruangan, terpantul dari dinding itu, dan transfer energi ke dinding seberang.

Pemahaman yang benar tentang noise control (mengendalikan kebisingan) adalah sangat diperlukan dalam membangun studio musik. Tanpa di dasari pengetahuan yang baik maka anda akan hanya membuang-buang uang, waktu, tenaga dan banyak hal lainnya.

Noise adalah suara yang mengganggu, kalimat “suara yang mengganggu” memiliki pengertian yang relative, bagi orang lain suara tetesan air pada saat malam hari tidak lah mengganggu tetapi bagi saya itu sangat mengganggu bahkan bisa membuat saya tidak bisa tidur. Langkah awal yang harus dilakukan dalam mengerjakan noise control adalah pemetaan dari sumber masalah hingga pemecahaannya.

Untuk mengatasi masalah ini anda harus menyisihkan uang untuk membangun noise barriers ( penghalang suara ), ini demi kualitas hidup anda dan tetangga anda. Terkadang yang menjadi permasalahan adalah budget, sebagian orang mengira membangun noise barrier itu mudah dan murah. Poin yang perlu diperhatikan adalah semakin anda dekat dengan telinga orang yang tidak mau diganggu (human ears) maka biaya untuk membangun noise barriers akan semakin mahal.

Alangkah lebih baik ketika anda merencanakan terlebih dahulu dimana lokasi yang aman dan tidak mengganggu orang-orang disekitar anda untuk membangun sebuah studio, ini akan menolong anda untuk tidak mengeluarkan budget terlalu besar dalam membangun noise barriers. Juga perlu dipertimbangkan ketika anda mencoba mengeluarkan uang apakah hasilnya sebanding dengan dana yang sudah anda investasikan. Contoh : Ada sebuah studio musik yang letaknya tepat bersebelahan dengan tetangga anda, setiap hari tetangga anda komplain mengenai kebocoran suara yang mereka alami sehingga studio anda tidak dapat beroperasi secara optimal padahal anda sudah berinvestasi untuk alat-alat berkisar puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Sebandingkah ketika anda menginvestasikan uang anda untuk noise barriers dengan keuntungan yang anda dapatkan ketika studio dapat beroperasi secara optimal?

Kita suka lupa hal ini, terlalu sibuk kita meng-upgrade peralatan studio kita,mengendalikan kebisingan suara kita lupakan seolah itu menjadi hal yang tidak penting.

Disini kita akan membahas metode pembuatan studio yang baik dan benar. Perlu dipahami bersama bahwa hampir tidak ada noise barriers yang mampu menghalangi suara 100%, jika ada material yang menjanjikan pengurangan suara sebesar 100% maka itu adalah bohong besar.

Teknik ini menggunakan prinsip mass-spring-mass ( massa –
pegas – massa ). Semakin berat massa penghalangnya, daya reduksi terhadap suara semakin besar begitu juga dengan celah antar dinding ( sound decoupling ), semakin besar jarak antara dinding maka semakin besar pula daya reduksi terhadap suara. Fungsi Mat resin itu berfungsi untuk menambah beban pada dinding penghalang dan fibre 300 berfungsi sebagai pereduksi resonansi pada frekuensi middle – high antara dinding-dinding yang menyebabkan kemungkinan kebocoran pada frekuensi middle – high. Pertimbangan lain selain memiliki massa yang besar pada tembok penghalang yaitu tidak boleh ada celah sama sekali. Dimana ada angin masuk maka disanalah suara akan merambat.

Bahan kedap suara atau Sound Proofing Material secara fungsional digunakan untuk menghalangi energi suara keluar ruangan atau masuk ke ruangan. Bahan ini diperlukan untuk ruangan-ruangan yang fungsinya tidak boleh diganggu oleh bising dari luar ruangan (misalnya studio rekaman, studio TV, ruang konser, dsb) atau yang fungsinya menghasilkan suara dengan energi yang besar sehingga tidak diinginkan untuk mengganggu mereka yang berada di luar ruangan (ruang Home Theater, ruang Drum, dsb). Ciri utama bahan ini tentu saja tidak boleh menjadi penghantar energi suara (mekanik) yang baik atau dengan kata lain tidak mudah bergetar bila terpapar energi akustik (suara) atau mengubah energi suara tersebut menjadi energi bentuk lain saat melintasinya, atau dengan kata lain sesedikit mungkin meloloskan energi suara yang melewatinya.

Kinerja bahan kedap suara ini akan dipengaruhi oleh frekuensi suara yang memaparinya, dalam artian sebuah bahan dengan ketebalan tertentu akan menjadi bahan kedap suara yang baik di frekuensi tinggi tetapi buruk pada frekuensi rendah, atau sebaliknya. Kalau dibayangkan sebagai sebuah ember, bahan kedap suara adalah ibarat dinding ember yang tidak memiliki kebocoran (air tetap tinggal di dalam ember). Penggunaan bahan ini adalah untuk kebutuhan orang yang berada dalam ruangan sekaligus yang berada di luar ruangan. Besaran akustik yang mewakili kinerja bahan ini adalah Rugi-rugi Transmisi atau Transmission Loss (TL, fungsi frekuensi) dan terkadang diwakili oleh besaran angka tunggal Sound Transmission Classs (STC), atau besaran lain yang sejenis misalnya Rw. Semakin tinggi STC, pada umumnya semakin baik bahan tersebut bekerja menahan energi suara (dengan catatan, spektrum TL nya perlu diperhatikan, karena STC hanya dihitung berdasarkan frekuensi 125 – 4000 Hz, sehingga tidak menunjukkan kinerja di luar range frekuensi tersebut).

Kedap Suara atau Peredam Insulasi suara bertujuan untuk mencegah, mengurangi kebocoran suara dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Definisi teknisnya ialah bahan yang dapat menginsulasi perpindahan suara. Contoh material peredam insulasi suara adalah Acourete Mat Resin, Acoutere paint.

Bahan peredam insulasi suara umumnya dipakai untuk mencegah gangguan suara dari sebuah ruangan ke ruangan lainnya seperti ilustrasi dibawah ini.

Di ilustrasikan diatas sumber suara datang menuju material insulasi, kemudian di isolasi oleh material insulasi, dan sebagian dipantulkan sehingga suara yang bocor/berpindah dari dalam ruangan maupun sebaliknya dapat di minimalkan.

Karakteristik material peredam insulasi suara ini adalah:

Berat, Semakin berat material, semakin baik nilai redamannya
Tidak Berpori, Semakin rapat material,semakin baik nilai redamannya
– Permukaan Keras, Semakin keras permukaan material semakin baik nilai redamannya
Viscoelastic, Yaitu dapat meredam getaran,semakin baik dalam menahan redaman makin baik nilai redamannya.

Kemampuan sebuah material peredam suara untuk meng insulasi suara di tentukan dengan nilai STC atau Sound Transmission Class atau Sound Transmission Loss. STC adalah nilai tunggal yang dinyatakan dalam besaran dB (decibel). Sound Transmission Loss adalah nilai pengurangan suara dalam dB (decibel) dari frekuensi rendah ke frekuensi tinggi.

SOUND TRANSMISSION CLASS

Begitu banyak pertanyaan ini diajukan para klient saya ketika mereka mempertanyakan produk maupun metode pengerjaan akustik ( Khususnya untuk noise control ) yang akan saya aplikasikan dilapangan. Sudah tentu mereka ingin tahu sejauh mana hasilnya nanti setelah diinstalasi. Tujuan penulisan artikel ini untuk membantu anda mengerti bagaimana pengukuran penurunan suara pada material akustik yang dipasang dengan benar. Parameter satuan yang digunakan seberapa besar penurunan kekuatan suara tidak menggunakan persentase. Satuan pengukuran kekuatan suara menggunakan dB (decibel). Indikator penurunan tingkat kekuatan suara biasa disebut Sound Transmission Class / Sound Transmission Loss. Perhitungan STC / STL berdasarkan frekuensi 125 Hz – 4000 Hz.. Misalkan suatu material insulasi memiliki data STC / STL sebagai berikut :
125 Hz = 17 dB
250 Hz = 20 dB
500 Hz = 25 dB
1 Khz = 32 dB
2 Khz = 38 dB
4 Khz = 42 dB

Yang artinya, material ini mampu mereduksi / mengurangi tingkat kekuatan suara pd frekuensi 125 Hz sebanyak 17 dB, frekuensi 250 Hz sebanyak 20 dB, frekuensi 500 Hz sebanyak 25 dB, frekuensi 1 Khz sebanyak 32 dB, frekuensi 2 Khz sebanyak 38 dB, frekuensi 4 Khz sebanyak 42 dB.

Indikator penurunan suara yang benar adalah seperti tabel grafik diatas menggunakan satuan dB per frekuensinya atau STL ( Sound Transmission Loss ). Menggunakan persentase untuk menjadikan indikator seberapa banyak penurunan kekuatan bunyi akan menghadirkan kerancuan. Kenapa bisa menimbulkan kerancuan? Misalnya : Ada seorang customer hendak memasang peredam suara supaya suara tidak transmit ke ruangan sebelah. Dia meminta jasa instalasi peredam suara untuk membuatkan peredam suara kemudian Customer ini bertanya ” Kira-kira berapa persen suara bisa berkurang?” lalu yang akan menginstalasi berkata ” Suara akan berkurang 95%.” STOP sampai disini.

Saya akan bertanya ” Seberapa yakin anda, suara akan berkurang sebanyak 95%?”. Mengapa saya begitu meragukan pengukuran penurunan kuat bunyi dengan menggunakan persentase? Mari kita lanjutkan pembahasan ini. Untuk mengetahui seberapa besar penurunan suatu sumber bunyi yang berpindah ke ruangan sebelah ada beberapa hal yang harus kita pahami :
1. Kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana spektrum suara yang ada didalam ruangan. Frekuensi apa yang dominan bocor ke ruangan sebelah.
2. Sifat material yang akan digunakan untuk menghalangi suara. Sifat – sifat disini meliputi tingkat kepadatan material (Density) dan tingkat kekakuan material ( Stiffness ).

Mari kita lanjutkan cerita sebelumnya yang diatas. Kesimpulannya ruangan Customer tersebut dibangun dengan menggunakan dinding bata setebal 50cm. Tes spectrum didalam ruangan tersebut pun dilakukan, hasilnya sebagai berikut :
125 Hz = 50 dB
250 Hz = 55 dB
500 Hz = 57 dB
1000 Hz = 60 dB
2000 Hz = 62 dB
4000 Hz = 68 dB
Seandainya yang menginstalasi mampu menjanjikan 95% penurunan kekuatan suara, di frekuensi manakah penurunannya?125 Hz? 250 Hz? 500 Hz? Atau rata – rata dari keseluruhannya?

Namun apakah STC patokan utama dalam membuat ruang kedap suara? Ternyata stc tidak sepenuhnya bisa digunakan untuk memberikan patokan pada bahan material yang digunakan, karena pada frekuensi rendah nilai stc bahan material justru tidak bisa digunakan.

Jadi jangan terlalu mengandalkan nilai STC dalam menentukan sistem peredaman suara. Saya telah belajar banyak bahwa nilai STC yang tinggi belum tentu baik dalam menangani peredaman suara pada frekuensi rendah. Karena nilai STC memang dirancang dan ditujukan untuk frekuensi yang berhubungan dengan suara manusia dan bukan untuk musik. Tidak ada nilai standar redaman (yang saya tahu) yang dirancang khusus untuk studio musik atau studio rekaman.

Masalah terbesar dengan mengandalkan hanya nilai STC adalah STC hanya menunjukan nilai peredaman suara pada frekuensi diatas ke 125Hz. Hal ini akan menyesatkan, karena sebagian besar masalah peredaman suara studio musik adalah bersumber dari kebisingan di bawah frekuensi 125Hz, Gunakan nilai STC rating ini untuk mengetahui secara kasar nilai peredaman suara untuk frekuensi mid low, mid dan high mid, dan untuk peredaman pada frekuensi rendah kita perlu hitung sendiri.

Lupakan istilah “100% Kedap Suara” pada ruangan, karena tidak ada ruangan yang bisa kedap terhadap suara 100%. Setiap konstruksi peredaman suara akan selalu ada bunyi yang bisa menembusnya/bocor, Tantangan ketika merancang sebuah studio rumah adalah untuk mengetahui seberapa nilai redaman yang anda butuhkan, pada frekuensi berapa bunyi itu menggangu orang disekitarnya, berapa toleransi kebisingan yang dapat diterima oleh lingkungan sekitar dan seberapa keras bunyi itu.

Sebagai contoh, jika anda hanya memainkan biola akustik didalam kamar, dan tinggal sendirian di tengah hutan, jarak tetangga terdekat 120m, 150m dari jalan utama dan tidak didalam Zona terbang pesawat komersial atau jalur kereta api, maka peredaman cukup dengan teknik konstruksi standar tanpa khawatir tentang kebisingan luar mengganggu anda (atau mengganggu orang lain). Satu-satunya hal yang anda harus lakukan adalah memperbaiki akustik ruangan.

Beda Kedap Suara dan Penyerap Suara

Peredam suara dan kedap suara adalah dua hal yang jelas berbeda namun sering kali menjadi ambigu dan membuat kita terkecoh. Busa mampu meredam frekuensi middle – high di dalam ruangan tapi busa tidak mampu mengurangi kebocoran suara ( Ada pengurangan namun tidak significant ) keluar ruangan atau sebaliknya. Kedap suara sudah jelas maksudnya yaitu material yang digunakan untuk mencegah suara supaya tidak transmit keruangan sebelah yaitu dengan cara dihalangi perambatan suaranya.

Bahan penyerap suara atau Sound Absorbing Material berfungsi untuk mengambil energi suara yang berlebihan di dalam ruangan. Target utamanya adalah, energi pantulan dalam ruangan dikurangi sesuai dengan kebutuhan. Bahan ini digunakan apabila ruangan diinginkan untuk memiliki level waktu dengung sesuai dengan kebutuhan atau ruangan yang diinginkan untuk tidak memiliki energi pantulan yang besar (misalnya studio musik, ruang home theater, ruang bioskop, ruang kelas, ruang seminar, ruang rawat inap, kamar hotel, dsb).

Ada berbagai tipe bahan ini, misalnya tipe bahan berpori (untuk suara dengan frekuensi menengah sampai tinggi), tipe panel (frekuensi menengah-rendah), tipe resonator (frekuensi rendah), tipe perforasi mikro (frekuensi tertentu). Penggunaan bahan ini semata untuk kebutuhan pengguna di dalam ruangan, agar mendapatkan medan suara sesuai dengan fungsi ruang (misalnya ruang bioskop harus memiliki permukaan penyerap yang dominan karena diharapkan pengguna mendengarkan suara langsung saja dari loudspeaker terpasang, sedangkan ruang konser simphony memerlukan bahan penyerap sesedikit mungkin karena diharapkan energi suara dari panggung bertahan selama mungkin tanpa mengurangi intelligibilitynya).

Besaran yang digunakan untuk menunjukkan kinerja bahan ini adalah koefisien absorbsi (alpha), yang memiliki nilai 0- 1, 0 menunjukkan tidak ada energi suara yang diambil oleh bahan, sedangkan 1 menunjukkan seluruh energi suara yang datang ke permukaan bahan akan diambil seluruhnya dan tidak dikembalikan ke ruangan. Bahan yang ada di pasaran memiliki alpha antara 0 dan 1 (fungsi frekuensi tentu saja). Bahan penyerap suara tidak mungkin berdiri sendiri sebagai bahan kedap suara, tetapi bisa dikombinasikan dengan bahan kedap suara untuk meningkatkan kinerja kedap suara, yaitu dalam sistem material multi lapisan (sandwich panel), misalnya double gypsum-double gypsum bisa ditingkatkan kinerja kedapnya dengan menyisipkan rockwool diantara kedua lapisan sehingga menjadi double gypsum-rockwool-rongga udara-double gypsum.

Jadi, kedua jenis bahan akustik tersebut dalam tataran praktisnya digunakan secara bersama-sama, sesuai dengan fungsinya masing-masing, untuk membentuk ruang akustik dengan berbagai fungsinya. contoh: Untuk ruang studio diperlukan sejumlah besar permukaan penyerap suara, sekaligus selubung kedap suara, ruang konser memerlukan sedikit bahan penyerap suara tetapi memerlukan selubung kedap suara yang sangat baik.

note: perlu diingat bahwa dalam sebuah ruangan, kinerja kedap tidak hanya dibebankan kepada salah satu komponen penyusun ruang saja, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh penyusun ruangan (dinding, langit-langit dan lantai) karena suara bisa merambat lewat seluruh komponen penyusun ruang tersebut. Suara bisa bocor lewat dinding, lantai maupun langit-langit. Ingat, sekecil apapun lubang pada ember, akan menyebabkan air keluar dari ember tersebut alias bocor.

Perbandingan Bahan Rockwool, Glasswool, Busa Telur dan Mat Resin Noise Armour dalam membuat Kedap Suara Ruangan

Cara paling mudah untuk menentukan atau memperkirakan apakah hasil kerja redaman pada dinding anda baik adalah dengan menghitung seberapa berat material redam anda per m2. Sebagai contoh anda bisa mencapai tingkat redaman yang cukup baik (48dB-50dB STC) hanya dengan 1 lapis dinding bata merah (14-16cm), tapi anda hanya akan mendapat tambahan nilai redam sebesar 6dB dengan menambah 1 lapisan bata dengan ketebalan yang sama.

Sering kita melihat/mendengar seorang kontraktor studio mengatakan banyaknya material glasswool/rockwool/busa telur yang dia pakai, agar meyakinkan kita bahwa pekerjaannya akan sesuai target redaman. Pada kenyataannya material glasswool/rockwool/busa telur bukan merupakan material utama dalam proses peredaman suara. Coba anda bayangkan sebuah ruangan yang terdiri hanya dengan glaswool/rockwool, tanpa tembok bata atau partisi gypsum disekelilingnya, dapat dipastikan bunyi akan merambat bebas kedalam ruangan.

Atau, suatu hari anda mendapat komplain dari tetangga anda atas suara musik yang anda dengar, kemudian anda beli beberapa roll glasswool kemudian anda tutup celah-celah pintu, jendela dan dinding kamar anda sekelilingnya dengan glasswool, kemudian berharap tidak ada komplain lagi dari tetangga tadi dan ternyata suara anda masih bocor dan tidak ada perubahan sama sekali. Mengapa?

Karena glasswool/rockwool/busa telur adalah bahan penyerap suara, material ini bukan menjadi variable utama dalam peredaman suara (Sound insulation), memang benar material ini menyerap dan memantulkan bunyi, hanya saja pada jumlah yang kecil dan pada frekuensi tertentu (tinggi), massa jenis (density) glasswool/rockwool (80-100kg/m3) terlalu rendah untuk mencapai beban berat/m2 yang dibutuhkan untuk memblock bunyi. Pada proses peredaman suara ruang, material ini sebenarnya berfungsi untuk mengurangi resonansi bunyi yang terjadi pada ruang kosong diantara 2 dinding peredaman pada konstruksi MAM (mass air mass) yang dapat meningkatkan nilai redam secara keseluruhan. Pengaruhnya bisa besar tapi juga bisa kecil, tergantung lebar rongga dan variable dinding lainnya.

Jadi, bagaimana cara termudah menganalisa nilai redam sebuah dinding?

Identifikasi material pada dinding redam anda, kenali bahannya, setelah itu anda cukup googling mencari massa jenis bahan tersebut, kemudian kalikan dengan ketebalan (dalam satuan meter) dikali 1m panjang x 1m lebar, didapat berat material per meter persegi.

M=d.v

M=massa
d= density
v=volume

Sebagai contoh massa jenis bata merah indonesia (tebal 5cm) adalah 1600-1630kg/m3, memiliki berat sekitar 80kg/m2 dan memiliki nilai redam rata2 sekitar 49-50dB.(ingat, Rata-rata)

Massa adalah 1 dari 3 variable yang menentukan seberapa besar dan pada frekuensi berapa suatu material dapat meredam suara. Selain itu ada Frequency Coincidense region dan Frequency Resonant region.

Untuk menginsulasi kebocoran suara, bahan peredam suara dipasang di celah udara antara dua partisi. Sedangkan, untuk meredam pantulan suara, bahan peredam suara dipasangkan menghadap sumber suara. Artikel ini membahas perbandingan spesifikasi teknis tiga bahan peredam suara yang umum digunakan di pasaran seperti glasswool dan rockwool versus peredam suara dengan teknologi terkini, yaitu Acourete Mat Resin Noise Armour

Karakteristik Glasswool
Glasswool adalah bahan peredam suara yang berbahan dasar serat kaca. Ciri-ciri Glasswool seperti selimut tebal berwarna kuning. Glasswool dijual eceran dalam bentuk lembaran dan dalam kuantitas besar dalam bentuk roll. Glasswool memiliki ketebalan 25mm – 50mm dengan densitas permukaan mulai dari 25g/m2 sampai dengan 75g/m2.
Ada dua jenis glasswool yang dijual di Indonesia, yaitu glasswool tanpa brand dan glasswool branded. Di pasaran Indonesia, yang banyak di jual adalah glasswool tanpa brand yang tidak memiliki sertifikasi keamanan api maupun keamanan bagi lingkungan. Glasswool lokal biasanya dipakai di proyek dengan anggaran tidak terlalu tinggi karena harganya yang cukup ekonomis.

Pada saat pengaplikasiannya, glasswool sering kali rontok dan menempel di kulit sehingga menyebabkan kulit gatal atau perih seperti tertusuk jarum. Apabila serbuk kaca tersebut tersedot masuk ke paru-paru, akan melukai serabut paru-paru yang halus. Serabut tersebut tidak bisa dikeluarkan dengan cara apa pun juga.

Glasswool berfungsi meredam suara dan dapat menginsulasi panas. Glasswool juga bersifat menyerap uap air. Dalam keadaan lembab, kemampuan meredam suara glasswool menjadi berubah. Glasswool yang lembab akan berjamur dan beratnya menjadi 5 – 7x berat aslinya. Kelembaban glasswool juga berdampak pada umur yang mana glasswool akan mudah menjadi lapuk dan hancur seperti pasir.

Glasswool
Karakteristik Rockwool
Rockwool adalah bahan peredam suara yang terbuat dari bahan dasar bebatuan. Ciri-ciri rockwool seperti selimut tebal berwarna abu-abu atau kuning. Rockwool dijual eceran dalam bentuk lembaran dalam kuantitas besar dalam bentuk roll atau lembaran berkemasan plastik. Rockwool memiliki ketebalan mulai dari 25mm – 100mm dengan densitas permukaan mulai dari 40kg/m3 sampai dengan 128kg/m3.

Rockwool adalah produk serat mineral ringan yang dirancang untuk meredam suara dan isolasi terhadap panas. Terdapat dua jenis rockwool di pasaran Indonesia, yaitu rockwool tanpa brand dan rockwool impor branded. Perbedaan harga antara rockwool branded dan tidak branded cukup jauh. Rockwool tidak branded memiliki kualitas yang kurang baik untuk dipakai pada proyek yang mensyaratkan keamanan dan kesehatan. Bahan peredam suara ini biasanya dipakai di proyek dengan anggaran tidak terlalu tinggi karena harganya yang tidak terlalu mahal.

Karakteristik Acourete Mat Resin
Acourete Fiber adalah bahan peredam suara berbahan dasar resin. Ciri-ciri Acourete rein itu berwarna  hitam dengan lebar 1 m dan tebal  2mm. Acourete Resin adalah bahan peredam suara dengan beragam densitas permukaan 2000kg/m2 jadi secara massa sangat berat dan sangat bagus untuk membuat ruang kedap suara studio musik. Dengan densitas permukaan yang mencapai 2000kg/m2, Acourete resin memiliki kekuatan serap suara yang kurang lebih sama dibandingkan bahan peredam lain yang tebalnya 200mm.

Pada saat diaplikasikan, Acourete resin tidak rontok sehingga kebersihan ruangan dapat terjaga. Selain itu, karena bahan dasar Acourete resin adalah resin, maka bahan ini tidak menyimpan uap air. Karena tidak menyimpan uap air, Acourete resin tidak berjamur dan tidak berubah karakteristik penyerapan suara sehingga umurnya mampu bertahan jauh lebih panjang.

Acourete resin telah diuji di laboratorium internasional dan telah mendapatkan sertifikat bebas alergi, bebas bahan beracun, tidak gatal, aman terhadap risiko kebakaran, dan tidak menyerap uap air, serta memiliki ketahanan selama bertahun-tahun. Bahan peredam suara ini biasanya dipakai di proyek yang mengutamakan kualitas dan kesehatan.

Memilih Bahan Peredam Suara
Bahan peredam suara mana yang paling bagus? Memilih bahan peredam suara sebenarnya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran.

Bahan peredam suara glasswool dan rockwool yang tidak branded termasuk bahan peredam suara yang ekonomis dengan kekurangan tidak aman bagi kesehatan dan lingkungan karena mudah rontok, membuat alergi, gatal, iritasi, gangguan pernapasan, dan lain-lain. Selain itu, performa peredaman suara tidak stabil karena terpengaruh dengan kandungan uap air dan umur relatif pendek. Terkadang tidak sampai dua tahun bahan tersebut rontok menjadi pasir.

Mat resin termasuk bahan peredam suara yang secara harga lebih mahal dibandingkan bahan peredam suara glasswool dan rockwool, tetapi memiliki kelebihan seperti aman bagi kesehatan, bebas gatal, bebas alergi, aman bagi kebakaran. Mampu menyerap suara lebih banyak, performa stabil lebih dari sepuluh tahun.

Peredam suara yang baik adalah peredam suara yang cocok dengan kebutuhan kita. Pilihlah bahan peredam suara yang sesuai dengan kebutuhan kita. Memenuhi kebutuhan spesifikasi teknis akustik yang disyaratkan, memenuhi faktor keamanan, kesehatan, kemudahan, kebersihan, dan berumur panjang. Lalu, yang terakhir adalah memenuhi batasan anggaran yang kita miliki.

5 Syarat Bahan Kedap Suara yang baik untuk dinding atau tembok Bahan Kedap Suara

Bahan kedap suara berfungsi untuk menginsulasi suara dalam sebuah ruangan atau bidang. Bahan kedap suara umumnya dipakai untuk meredam suara dari luar yang masuk kedalam ruangan dan suara dari dalam yang keluar ruangan. Untuk varian bahan kedap suara, banyak sekali produk pabrikan atau benda-benda olahan tangan yang dijadikan sebagai bahan kedap suara. Bukan soal harga atau bentuk yang menjadi prioritas syarat bahan kedap suara yang baik. Ada beberapa poin yang perlu kita lihat pada produk tersebut. Di bawah ini, akan dijabarkan apa saja syarat bahan kedap suara yang baik.

Lima Syarat Bahan Kedap Suara yang Baik

1. Tingkat Densitas (Massa Jenis) Permukaan
Bahan kedap suara yang memiliki densitas (massa jenis) permukaan yang lebih besar memiliki nilai kedap suara yang lebih besar pula. Densitas permukaan adalah berat bahan tipis yang mendekati nol dibagi dengan luas permukaan bahan tersebut. Satuan densitas permukaan adalah kilogram per meter persegi (kg/m2).

Contoh:
Densitas permukaan MDF 3mm adalah 1.93kg/m2 memiliki STC 9 dan densitas permukaan Triplek 3mm adalah 0.71kg/m2 memiliki STC 5. STC singkatan dari Sound Transmission Class dan menunjukan indeks pengurangan transmisi suara material tertentu. Semakin besar angka STC, maka material tersebut memiliki kemampuan kedap suara yang lebih besar pula. Dari contoh tersebut, terlihat bahwa semakin besar densitas permukaan sebuah material, maka semakin besar pula nilai STC-nya.

2. Tingkat Tahanan Udara (Flow Resistivity)
Material dengan tingkat tahanan udara yang tinggi memiliki nilai kedap suara yang lebih baik. Material dengan tingkat tahanan udara yang kecil umumnya memiliki pori rongga udara yang renggang. Sebagian besar orang menggunakan bahan berpori untuk membuat dinding kedap suara yang mana hasilnya sering kali mengecewakan. Material dengan pori rongga udara yang rapat menyulitkan gelombang suara untuk merambat melalui rongga udara antarserabut.

Contoh:
Kain dengan pori rongga udara yang renggang lebih transparan suara dibandingkan dengan kain dengan pori rongga udara yang rapat.

3. Tidak Turut Bergetar atau Dapat Meredam Getaran
Bahan kedap suara yang baik tidak mudah bergetar atau meneruskan getaran sehingga mampu meredam getaran.

Contoh:
Pemasangan panel partisi dengan konstruksi rangka besi hollow dan panel gipsum kerap kali menimbulkan bunyi rangka hollow yang saling beradu karena getaran suara. Bunyi baru ini sering disebut sebagai flanking noise. Gambar di bawah memberikan contoh panel soundproofing yang mampu meredam getaran.

4. Memantulkan Suara
Ciri lain bahan kedap suara yang baik adalah bahan tersebut memantulkan suara. Bahan yang memantulkan suara lebih besar cenderung memiliki nilai kedap suara yang lebih besar. Karena semakin besar energi suara yang dipantulkan, maka semakin sedikit energi suara yang diteruskan.

Contoh:
Ruangan yang keenam bidangnya terbuat dari beton lebih banyak memantulkan suara dibandingkan dengan ruangan yang keenam bidangnya terbuat dari kayu.

5. Aman Bagi Manusia dan Lingkungan
Syarat yang paling penting bagi bahan kedap suara adalah keamanan bagi manusia dan lingkungan. Keamanan dalam hal ini adalah aman buat kesehatan manusia, yaitu tidak beracun. Aman terhadap ancaman kebakaran karena tidak cepat merambatkan api. Selain itu, bahan kedap suara harus bisa berumur panjang karena masa pakai sebuah properti bisa sampai 20 tahun lebih.

Contoh:
Bahan yang sering digunakan sebagai kedap suara yang terbuat dari serat mineral bebatuan. Kita ambil contohnya rockwool. Serbuknya dapat mengganggu pernapasan. Sedangkan, Acourete Mat Resin 2A lebih efektif sebagai bahan kedap suara, terutama dari segi keamanan dan lingkungan bagi manusia.

Kelebihan Bahan Mat Resin Noise Armour Sebagai Bahan Kedap Suara Studio Musik

Acourete Mat Resin memilki nilai densitas permukaan yang sangat tinggi yaitu sebesar 2000kg/m3 atau setara dengan densitas tembok batu bata merah walaupun Acourete Mat Resin 2A jauh lebih tipis daripada batu bata merah. Lalu, Acourete Mat Resin 2A adalah material viskoelastis yang efektif meredam getaran. Jadi, suara yang dirambatkan pada permukaan partisi teredam dengan baik. Selain itu, Acourete Mat Resin 2A memiliki ketahanan udara yang tinggi sehingga gelombang suara lebih sulit untuk menembus permukaan. Juga, Acourete Mat Resin 2A sanggup memantukan suara dan memiliki nilai STC 29 atau setara dengan tembok batu bata dengan ketebalan 10cm. Terakhir dan sangat penting dari Acourete Mat Resin 2A adalah aman buat manusia dan lingkungan.

Untuk pembuatan ruang kedap suara studio musik, akustik suara studio rekaman, kedap suara dan akustik suara studio musik rekaman dan latihan silahkan hubungi kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *