Jasa Pasang Peredam Suara Studio Musik

Anda ingin bermain musik tanpa menggangu tetangga atau orang lain? mau nyaman main musik drum, bass, gitar,piano dan semua alat musik lainnya dengan nyaman? atau mau latihan musik drum, gitar piano tanpa terganggu dan membuat rekaman yang tidak mengganggu dan tidak ganggui orang lain? Yang diperlukan adalah peredam suara (kedap suara) dan akustik suara. Sering kali kita main musik tanpa tahu bahwa kita sering ganggu orang lain yangingin istriahat atau yang sedang sakit butuh ketenangan dan lainnya. Maka sebelum bermain musik kita perlu tahu banyak tentang peredam suara ini (kedap suara) dan akustik suaranya.

Musik pada dasarnya adalah salah satu penyebab produksi kebisingan suara terlepas musik itu enak didengar atau tidak, namun musik tetap menghasilkan kebisingan yang bagi sebagian orang dianggap mengganggu apalagi jika malam hari. Namun bagi mereka yang hobi musik dan penikmat musik, bermain musik akan sangat menyenangkan dan bisa membawa ketenangan batin sendiri. Disinilah masalahnya antara banyak pihak yang merasa terganggu dan penikmat dan pemain musik.

 

Sebagai penghasil kebisingan, maka musik dapat dipandang dalam beberapa cara yaitu musik memerlukan peredam suara (kedap suara), musik memerlukan akustik suara, dan musik menghasikan kebisingan suara dengan berbagai jenis frekuensi suara yang ada. Jadi dari hal ini kita mengenal musik memiliki 3 jenis frekuensi yaitu low, mid dan high. Semua alat musik menghasilkan 3 jenis frekuensi suara hanya kadarnya yang berbeda. Alat musik drum menghasilkan lebih banyak low frekuensi dibandingkan gitar akustik, alat musik tiup menghasilkan frekuensi beda dibandingkan bass. Demikianlah semua alat musik menghasilkan kebisingan berbeda beda. Jadi bagaimana jika alat musik disatukan sebagai band atau orkestra? maka bersatunya kebisingan akan menyatu dan menyebabkan kebisingan yang lebih besar dan tinggi frekuensinya. Jika kita mengenal prinsip dasar ini, maka kita akan lebih mudah dalam membuat ruangan kedap suara yaitu ruangan yang dipasang bahan kedap suara untuk mencegah kebocoran suara dari dalam ruangan keluar ruangan atau sebaliknya.

Untuk mengukur kebisingan suara kita memerlukan alat yaitu sound meter level yang bisa mengetahui seberapa keras suara yang dihasilkan oleh satu alat musik atau kumpulan alat musik tersebut. Dengan mengukur kebisingan maka akan memudahkan kita menghitung daya kedap suara yang dibutuhkan oleh tembok kedap suara atau plafon kedap suara dan lantai kedap suara bahkan pintu dan jendela kedap suara.

Jadi untuk membuat peredam suara atau ruangan kedap suara anda membutuhkan yaitu:

  1. pengukuran kekuatan kebisingan suara
  2. analisis material nilai kedap suara bahan yang sudah ada
  3. jenis frekuensi suara yang dominan
  4. jenis bahan material dan teknik yang digunakan

Dengan mengetahui kebisingan alat musik dalam ruangan tersebut kita bisa mengetahui seberapa keras suara tersebut beserta frekuensi yang ada. Sehingga dengan pengetahuan yang benar, material yang digunakan untuk membuat ruangan peredam suara juga akan memberikan hasil analisis dan kualitas yang didasarkan pada keadaan dilapangan.

 

 

Prinsip membuat ruangan kedap suara studio musik adalah sama dengan membuat ember yang tahan bocor sehingga tidak ada air yang bisa keluar dari ember tersebut. Perbedaannya adalah pada ruangan kedap suara yang kita blok adalah energi suara yang merambat melalui beragam medium yang ada agar suara tidak bocor keluar. Tentu ini akan lebih sulit karena umumnya suara bergerak melalui medium udara, benda padat, cair dan lainnya.

Sesudah mengetahui jenis frekuensi suara yang ada dalam sebuah alat musik, maka menyiapkan bahan material dan membuat ruangan benar benar terisolasi secara akustik dibuat rancangan kedap suara yang bisa memastikan bahwa alat musik yang ada, dengan tingkat kebisingan yang dikeluarkan, bisa terisolasi dan tidak keluar dari ruangan. Hal ini memerlukan teknik, pengalaman, persiapan dan pengetahuan yang mendalam tentang kedap suara dan kebisingan suara.

PENGUKURAN KEKUATAN KEBISINGAN SUARA

Suara adalah gejala dimana partikel-partikel di udara bergetar dan menyebabkan perubahan-perubahan dalam tekanan udara sehingga intensitasnya dinyatakan sebagai tekanan suara. Intensitas suara didefinisikan secara kuantitatif sebagai tingkat kekuatan suara. Suara yang terdengar biasanya merupakan gabungan suara yang mengandung komponen-komponen frekuensi yang bervariasi. Untuk mengetahui karakteristik dari suatu suara dan mengusulkan tindakan-tindakan pencegahan adalah dengan mengindentifikasi komponen-komponen frekuensi dari suara itu. Untuk mengetahui karakteristik dari suatu suara dan mengusulkan tindakan-tindakan pencegahan adalah dengan mengindentifikasi komponen-komponen frekuensi dari suara itu. Untuk identifikasi komponen-komponen suara dapat menggunakan analisa band oktaf dengan membagi frekuensi menjadi lembaran-lembaran (width) yang sebanding (band-band oktaf) untuk dianalisa. Tingkat tekanan suara dari band oktaf tunggal disebut ‘tingkat band oktaf’, sedangkan yang dianalisa untuk 1/3 dari band oktaf dinyatakan sebagai frekuensi tengah dari band oktaf itu.

Pengukuran yang paling dasar setiap meteran tingkat suara dapat membuat suatu tingkat db keseluruhan. Ini adalah angka tunggal, yang merupakan energi suara melalui frekuensi seluruh kisaran meter.Tidak memberikan informasi tentang isi frekuensi suara. Kita dapat memperoleh informasi mengenai isi frekuensi dengan menggunakan filter. Yang paling umum adalah band oktaf dan 1/3 filter band oktaf. Rincian frekuensi paling disediakan oleh FFT analisis.

Setelah mengetahui pengertian kebisingan serta jenis dan penyebab bising maka, untuk mengukur kebisingan di lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan alat Sound Level Meter. Ada tiga cara atau metode pengukuran akibat kebisingan di lokasi kerja.

1. Pengukuran dengan titik sampling

Pengukuran ini dilakukan bila kebisingan diduga melebihi ambang batas hanya pada satu atau beberapa lokasi saja. Pengukuran ini juga dapat dilakukan untuk mengevalusai kebisingan yang disebabkan oleh suatu peralatan sederhana, misalnya Kompresor/generator. Jarak pengukuran dari sumber harus dicantumkan, misal 3 meter dari ketinggian 1 meter. Selain itu juga harus diperhatikan arah mikrofon alat pengukur yang digunakan.sound-level-meter1

2. Pengukuran dengan peta kontur

Pengukuran dengan membuat peta kontur sangat bermanfaat dalam mengukur kebisingan, karena peta tersebut dapat menentukan gambar tentang kondisi kebisingan dalam cakupan area. Pengukuran ini dilakukan dengan membuat gambar isoplet pada kertas berskala yang sesuai dengan pengukuran yang dibuat. Biasanya dibuat kode pewarnaan untuk menggambarkan keadaan kebisingan, warna hijau untuk kebisingan dengan intensitas dibawah 85 dBA warna orange untuk tingkat kebisingan yang tinggi diatas 90 dBA, warna kuning untuk kebisingan dengan intensitas antara 85 – 90 dBA.

3. Pengukuran dengan Grid

Untuk mengukur dengan Grid adalah dengan membuat contoh data kebisingan pada lokasi yang di inginkan. Titik–titik sampling harus dibuat dengan jarak interval yang sama diseluruh lokasi. Jadi dalam pengukuran lokasi dibagi menjadi beberpa kotak yang berukuran dan jarak yang sama, misalnya : 10 x 10 m. kotak tersebut ditandai dengan baris dan kolom untuk memudahkan identitas.

Pada ruangan studio musik, kebisingan musik band dengan alat musik lengkap akan leboh bising dibadingkan dengan musik secara solo. Menurut wikipedia, studio musik adalah ruangan atau sekelompok ruangan yang digunakan untuk berlatih musik. Kebanyakan orang menggunakan studio musik sebagai sarana latihan, tempat rekaman dan juga sebagai tempat rental. Namanya aja studio musik, pastilah di dalamnya berisi alat musik seperti drum, guitar, keyboard, bass; yang dilengkapi amplifier, microphone dan alat penunjang lainnya.

Kurang pendengaran akibat bising atau Noise Induced Hearing Loss (NIHL) adalah gangguan pendengaran akibat terpajan oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. Banyak studi yang telah meniliti mengenai kejadian NIHL pada pekerja di lingkungan industri namun kejadian NIHL dapat timbul juga pada musisi. Kurang pendengaran akibat suara musik yang keras dan terjadi secara bertahap dalam jangka waktu lama disebut juga Music Induced Hearing Loss (MIHL) yang dapat terjadi pada semua musisi.

Berikut ini merupakan intensitas bising yang dihasilkan dari amplifier;

– band pop/rock dapat mencapai 120-130 dB(A)
– orkestra sebesar 83-112 dB(A)
– musik jazz,blues, country sebesar 80-101dB8

Musisi biasa berlatih atau show empat hingga delapan jam perharinya dengan intensitas lebih dari 85dB. Terjadinya MIHL dikarenakan intensitas yang melebihi 85 dB dan telah terpapar dalam waktu lama. Suara yang intensitasnya 85 dB atau lebih dapat mengakibatkan kerusakan organ corti yang menetap dan irreversibel. Kerusakan inilah yang menjadi dasar terjadinya NIHL. NIHL pada lingkungan industri tidak sama dengan NIHL pada musisi yang lebih sering bersifat asimetris, hal ini mungkin berkaitan dengan letak dari instrumen yang mereka gunakan.

Di bawah ini merupakan intensitas bising yang dihasilkan dari amplifier pada masing-masing alat musik yang digunakan oleh musisi, yaitu

1. Drum 102,4-110,7 dB(A)

2. Gitar 96,9-105,8 dB(A)

3. Vokal 95-102,7 dB(A)

4. Bass 94,5-103 dB(A)

5. Keyboard 93,4-103,4 dB(A)

Intensitas tertinggi terdapat pada pemain drum yang berkisar dari 102,4 hingga 110,7 dB(A). Berdasarkan teori, pemain drum lebih cenderung mengalami NIHL pada telinga kiri, dikarenakan high-hat cymbal yang memiliki intensitas paling tinggi dibandingkan bagian drum lainnya. Selain itu, tipe bising yang dihasilkan drum termasuk bising yang impulsif yang lebih bersifat destruktif dibandingkan jenis bising yang lain dan jarak telinga pemain drum terhadap high-hat cymbal yang merupakan bagian dari drum sangat dekat bahkan kurang dari satu meter.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan saat membangun studio musik, yaitu :

insulasi (membuat ruangan kedap suara atau soundproof), yaitu membuat ruangan terisolasi secara akustik dari lingkungan sekitarnya
pengendalian medan akustik ruangan, yaitu mengkondisikan ruangan agar berkinerja sesuai dengan fungsinya.

Kedua hal ini seringkali tertukar balik bahkan tercampur-campur dalam penyebutannya, sehingga tidak jarang orang menyebut mineral wool atau glasswool misalnya sebagai bahan kedap suara, dimana seharusnya adalah bahan penyerap suara.

Apabila pernyataan mineral wool/glaswool adalah bahan kedap suara benar, bisa dibayangkan apa yang terjadi bila dinding ruang hanya terbuat dari bahan mineral wool/glasswool saja. Alih-alih ingin menghalangi suara tidak keluar ruangan, yang terjadi adalah suara keluar ruangan dengan bebasnya.

Berikut adalah beberapa contoh bahan insulasi suara yang biasa ditemukan pada studio musik :

1. Penggunaan gipsum dan mineral wool untuk meredam suara drum pada ruang studio musik

2. Penggunaan rockwool dan karpet pada dinding studio musik

3. Kaca film untuk menginsulasi suara

4. Busa telor untuk menginsulasi suara

5. Lembaran karet untuk menginsulasi suara

6. Gabus (steroform) untuk menginsulasi suara

7. Busa untuk menginsulasi suara

Kegunaan dari adanya peredam suara pada studio musik yaitu

  1. Melindungi telinga dari resiko tuli (cacat pendengaran) efek dari frekuensi tinggi.
  2. Menambah kualitas kenyamanan harmonisasi musik (acoustical) terhadap gema, dengung (reverb), dan bising yang berasal dari musik dan pantulan dinding di dalam ruangan.
  3. Menahan suara (block) di dalam ruangan sehingga suara mengurangi tingkat kebocoran suara yang keluar.
  4. Menyerap gema (acoustical) guna meng-absorb kebisingan suara yang berlebih atau pantulan-pantulan suara.
  5. Menambah kualitas suara pada musik sehingga musik dapat didengar dengan jelas dan dapat diserap dengan lebih baik oleh telinga.

Tips sederhana yang dapat diingat untuk dapat tetap mencintai aktivitas musik sembari menghindari diri dari ketulian dini;

1. Selektif dalam memilih studio musik yang memiliki peredam suara pada dindingnya serta ruangannya luas. Hal ini untuk mengurangi pemantulan suara yang akan berakibat pada kerusakan telinga.

2. Menghindari berdiri atau duduk tepat di dekat speaker yang berdentum.

3. Selalu menyempatkan diri untuk keluar dari ruangan hingar bingar tersebut sekitar 10 menit/jam, misalnya ke WC.

4. Mengenakan peredam telinga berbahan kain lembut (seperti penutup telinga berbentuk bando yang biasa dipakai di musim dingin).

RANCANGAN MEREDAM SUARA PADA STUDIO MUSIK

Anda membutuhkan Peredam Suara Studio Musik Jakarta, Biaya Pembuatan Peredam Suara, Peredam Suara Studio Musik Rekaman, Harga Peredam Suara Studio, Peredam Suara Studio Musik Latihan, Kontraktor Peredam Suara Studio Musik di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi?

Studio musik merupakan ruangan entertainment yang wajib dihiasi dengan interior peredam suara dan akustik suara. Sebagai ruangan studio maka selain fungsi ruangan yang utama, maka keindahan interior ruangan dan akustik suara juga sangat penting. Jika kita hendak membuat studio musik room, maka sebaiknya kita perhatikan beberapa hal penting sebelum terlanjut dibuat. Apakah hal hal penting dalam membuat rancangan studio musik?

1. Rancangan Daya Kedap Suara. Daya kedap suara sangat berkaitan dengan tingkat kebisingan dari alat musik. Semakin lengkap alat musik dan jenis musiknya, maka tingkat kebisinganya akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin sedikit alat musik, bisa jadi tingkat kebisingan juga tidak terlalu tinggi. Di sini, kita memilah apakah studio musik yang akan kita bangun itu memang full band, atau hanya satu atau dua alat saja untuk latihan? Karena hal ini berkaitan dengan rancangan kekedapan suara dan biayanya. Jika fungsi utama untuk membuat studio rekaman, maka otomatis kita harus menganalisis faktor faktor lingkungan eksternal yang bisa mengganggu proses rekaman suara dan juga alat musik yang bisa mengganggu lingkungan keluar. Maka tingkat kekedapan suara perlu dihitung secara cermat dan benar. Apakah kita membangun studio musik hanya untuk latihan atau sekaligus latihan dan rekaman di tempat yang sama? Kemudian jenis musik seperti apa yang kita mainkan? Bisa jadi jenis musik cadas akan menyumbang tingkat kebisingan suara yang tinggi sekitar 115 decibel. Jika kita hendak membuat ruangan studio rekaman (recording studio), maka tentu analisis kebisingan suara dari luar harus benar benar dipehitungkan dan struktur bangunan yang menunjang tersebut juga harus bisa dihitung nilai sound transmission lost (stl)nya. Jadi koq rumit ya? Iya memang untuk membuat studio music yang benar benar kita memang harus merencanakan sejak awal dan menganalisis banyak faktor agar bisa membangun secara benar. Maka nilai stl bahan material yang kita pasang pun harus kita hitung. Misalnya untuk membuat studio rekaman untuk pribadi di rumah, maka kita harus perhatikan dari bahan apakah dinding ruangan, plafon dan lantainya dibuat? ruangan studio musik bisa jadi dibuat dari bahan dinding bata merah, dinding partisi gypsum, dinding hebel dan bisa jadi plafon atapnya langsung genteng, atau di dak atau hanya gypsum saja. Maka kita bisa bayangkan kondisi tersebut dengan menilai bahan material ruangan dengan nilai stl tadi. Itu belum dipasang peredam suara. Tentu sehabis menghitung nilai stl kita patok misalnya tingkat kebisingan suara yang dihasilkan dalam ruangan sebesar 110 db, atau kekuatan kebisingan dari luar masuk ke dalam ruangan sebesar 110 db, maka kita patut memberikan hitungan tepat agar tingkat kebisingan 110 db itu bisa kita belokir secara maksimal pada semua jenis frekuensi yang ada.

2. Tata Akustik Suara. Tata akustik suara merupakan bagian penting selain daya kedap suara. Maka suara dalam ruangan musik perlu diatur sedemikian rupa sehingga nyaman di dengar tidak menyakitkan telinga dan mendapatkan suara asli yang masuk ke dalam telinga kita. Maka tata akustik suara kita berbicara bagaimaan mengatur formasi akustik ruangan dengan elemen penyerap, pemantul dan penyebar yang diatur agar mampu menghasilkan suara yang jernih dan nyaman ditelinga. Untuk membuat ruangan dengan tata akustik suara yang bagus tentu kita harus menghitung rancangan akustik suara ruangan dengan baik. Acuan yang biasa kita gunakan adalah formasi akustik menurut sabine atau dengan hitungan RT 60, yaitu hitungan untuk meredam gema ruangan sehingga mampu menciptakan tata akustik suara yang baik dan benar. Dalam rancangan studio musik yang benar maka kita bukan hanya menempatkan penyerap gema dengan bahan penyerap suara, namun juta memerlukan rancangan penyebar suara dan pemantulan suara yang benar. Dengan pengaturan yang baik dari ketiga elemen tersebut, maka ruangan akan dibenttuk menjadi ruangan dengan tata akustik suara yang baik.
3. Volume Ruangan dan Lokasi Ruangan. Salah satu faktor penting dalam membuat ruangan studio musik adalah faktor volume ruangan dan lokasi ruangan. Usahakan memiliki ruangan minimal 5×6 m untuk bisa bermain musik dengan leluasa dengan alat yang lengkap. Semakin luas semakin baik agar ada ruangan gerak didalamnya. Lokasi ruangan lebih baik ada di lantai 1 atau dibasement, karena semakin tinggi ruangan akan semakin keras suara tersebar. Jika posisi ruangan dibawah atau basement maka akan semakin mudah melakukan treatment kedap suara untuk mencegah kebocoran suara dalam ruangan.
4. Anggaran Biaya Pembuatan Studio Musik. Anggaran biaya sangat erat berkaitan dengan hasil akhir rancangan kedap suara maupun rancangan tata akustik suara, yaitu bagaimana suara dapat diblok dengan maksimal pada semua jenis frekuensi, maka kita menggunakan bahan material yang cocok dan sesuai agar hasil daya kedap bisa maksimal. Termasuk juga dalam pembuatan tata akustik suara ruangan. Disini kita berbicara kualitas bahan material yang digunakan serta hasilnya. Maka pembuatan ruangan kedap suara dan tata akustik suara ini akan memberikan rancangan anggaran biaya pembuatan studio musik yang besar. Resiko sepadan dengan hasil akhir yang diberikan. Untuk pembuatan studio musik yang sederhana dan simple, maka mau tidak mau bahan material yang digunakan dan rancangan pemasangannnya pun akan menyesuaikan dengan anggaran biaya yang ada.

Proses Pembuatan Studio Musik

Pembuatan studio musik memang tidak mudah dan tidak sulit. Kita hanya membutuhkan ruangan yang kedap suara dan dipasang akustik suara maka kita bisa bermain dengan baik. Namun pembuatan studio musik pada umumnya dikategorikan pada level daya kedapnya pada semua jenis frekuensi. Misalnya untuk level ruangan studio musik rekaman maka kita usahakan menggunakan daya kedap maksimal agar kebocoran suara tidak ada baik yang masuk ke dalam ruangan maupun yang keluar ruangan.

Untuk membuat ruangan studio musik ada yang perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal pada sisi kedap suara dan tata akustik suaranya. Hal hal penting yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Posisi dan Dinding Ruangan Studio Musik, yaitu kamar studio musik terbaik dibuat dari bahan material bata merah diaci baik disisi dinding maupun plafon sehingga kita bisa mengisolasi ruangan musik dengan bahan dinding awal. Dinding ruangan ini memiliki nilai sound transmision lost yang cukup tinggi sehingga bisa memblokir suara dengan baik meski belum maksimal. Usahakan semua dinding terbuat dari bata merah diaci. Kekuatan kebisingan alat suara dapat diukur dengan alat ukur sound meter level, sehingga dinding yang dibuat semakin memiliki nilai stl semakin baik karena mengikuti tingginya kebisingan suara yang dihasilkan dari alat musik. Posisi ruangan terbaik adalah dibawah atau basement karena memudahkan suara diredam dibandingkan dilantai atas yang secara teori bisa menyebarkan suara lebih keras ke smua sisi.

2. Alat Musik dan Jenis Musik. Semakin lengkap alat musik maka tingkat kebisingan suara akan semakin tinggi. Artinya memerlukan peredam suara yang tinggi. Umumya jenis alat musik lengkap full band dan jenis musik rock bisa menghasilkan tingkat kebisingan sekitar 115 decibel sampai 120 decibel. Artinya tingkat kebisingan ini bisa terengar hingga 2 km lebih jika dibidang terbuka. Maka mengetahui jenis alat musik dan jenis musik yang dimainkan bisa mengetahui seberapa kedap dinding yang harus diredam dan seberapa tebal dinding yang harus dipasang. Disinilah kita bisa mengetahui bahwa memasang bahan peredam suara atau bahan kedap suara tidaklah mudah dan tidaklah murah, melainkan rumit dan juga mahal.

3. Fungsi Ruangan. Jika kita memiliki 1 alat band untuk anak maka treatment peredam suaranya juga akan beda dibandingkan dengan jika digunakan untuk ruangan studio musik rekaman yangmembutuhkan daya kedap dan konsentrasi tinggi. Fungsi ruangan untuk studio musik rental dengan fungsi ruangan untuk studio musik rekaman maka akan menghasilkan daya bising dan daya kedap suara yang berbeda. Mengetahui kebutuhan ruangan akana sangat membantu untuk mendapatkan informasi detail seputar peredam suara sehingga apa yang kita pasang memang sesuai dengan yang kita inginkan dan sesuai dengan anggaran belajanya.

Untuk membuat ruangan studio musik, tentu kita tidak mau membuat sembarangan, karena bisa jadi daya kedap yang kita inginkan tidak tercapai atau kita membuat ruangan kedap suara studio musik yang anggaran belajannya tidak terjangkau. Otomatis semua jadi sia sia, maka menghitung secara detail dengan segala resiko yang diambil akan sangat membantu terwujudnya studio musik baik rekaman atau latihan.

Rancangan Bahan Kedap Suara Studio Musik dan Tata Akustik Suara

Untuk membuat studio musik ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu kedap suara dan akustik ruangan. Rancangan kedap suara berkaitan erat dengan seberapa kedap bahan yang dipasang menghadapi tingkat kebisingan suara dalam ruangan. Sedangkan akustik ruangan berkaitan dengan seberapa nyaman suara di dengar alam ruangan. Kedua hal ini berbeda namun harus ada dalam membuat studio musik yang bagus. Apa itu rancangan kedap suara dan rancangan akustik ruangan? Mari kita bahas satu per satu.

Kedap suara berkaitan erat dengan kebocoran suara. Artinya ruangan studio musik harus kedap agar tidak ada kebocoran suara keluar atau kedalam yang bisa mengganggu orang lain atau mengganggu proses di dalam ruangan. Bahan kedap suara atau Sound Proofing Material secara fungsional digunakan untuk menghalangi energi suara keluar ruangan atau masuk ke ruangan. Bahan ini diperlukan untuk ruangan-ruangan yang fungsinya tidak boleh diganggu oleh bising dari luar ruangan (misalnya studio rekaman, studio TV, ruang konser, dsb) atau yang fungsinya menghasilkan suara dengan energi yang besar sehingga tidak diinginkan untuk mengganggu mereka yang berada di luar ruangan (ruang Home Theater, ruang Drum, dsb). Ciri utama bahan ini tentu saja tidak boleh menjadi penghantar energi suara (mekanik) yang baik atau dengan kata lain tidak mudah bergetar bila terpapar energi akustik (suara) atau mengubah energi suara tersebut menjadi energi bentuk lain saat melintasinya, atau dengan kata lain sesedikit mungkin meloloskan energi suara yang melewatinya.

Kinerja bahan kedap suara ini akan dipengaruhi oleh frekuensi suara yang memaparinya, dalam artian sebuah bahan dengan ketebalan tertentu akan menjadi bahan kedap suara yang baik di frekuensi tinggi tetapi buruk pada frekuensi rendah, atau sebaliknya. Kalau dibayangkan sebagai sebuah ember, bahan kedap suara adalah ibarat dinding ember yang tidak memiliki kebocoran (air tetap tinggal di dalam ember). Penggunaan bahan ini adalah untuk kebutuhan orang yang berada dalam ruangan sekaligus yang berada di luar ruangan. Besaran akustik yang mewakili kinerja bahan ini adalah Rugi-rugi Transmisi atau Transmission Loss (TL, fungsi frekuensi) dan terkadang diwakili oleh besaran angka tunggal Sound Transmission Classs (STC), atau besaran lain yang sejenis misalnya Rw. Semakin tinggi STC, pada umumnya semakin baik bahan tersebut bekerja menahan energi suara (dengan catatan, spektrum TL nya perlu diperhatikan, karena STC hanya dihitung berdasarkan frekuensi 125 – 4000 Hz, sehingga tidak menunjukkan kinerja di luar range frekuensi tersebut).

Akustik suara ruangan sangat berkaitan erat dengan kejernihan suara dalam ruangan. Sehingga bahan yang digunakan dalam proses ini umumnya berkarakter penyerap suara (sound absorbing).

Bahan penyerap suara atau Sound Absorbing Material berfungsi untuk mengambil energi suara yang berlebihan di dalam ruangan. Target utamanya adalah, energi pantulan dalam ruangan dikurangi sesuai dengan kebutuhan. Bahan ini digunakan apabila ruangan diinginkan untuk memiliki level waktu dengung sesuai dengan kebutuhan atau ruangan yang diinginkan untuk tidak memiliki energi pantulan yang besar (misalnya studio musik, ruang home theater, ruang bioskop, ruang kelas, ruang seminar, ruang rawat inap, kamar hotel, dsb).

Ada berbagai tipe bahan ini, misalnya tipe bahan berpori (untuk suara dengan frekuensi menengah sampai tinggi), tipe panel (frekuensi menengah-rendah), tipe resonator (frekuensi rendah), tipe perforasi mikro (frekuensi tertentu). Penggunaan bahan ini semata untuk kebutuhan pengguna di dalam ruangan, agar mendapatkan medan suara sesuai dengan fungsi ruang (misalnya ruang bioskop harus memiliki permukaan penyerap yang dominan karena diharapkan pengguna mendengarkan suara langsung saja dari loudspeaker terpasang, sedangkan ruang konser simphony memerlukan bahan penyerap sesedikit mungkin karena diharapkan energi suara dari panggung bertahan selama mungkin tanpa mengurangi intelligibilitynya).

Besaran yang digunakan untuk menunjukkan kinerja bahan ini adalah koefisien absorbsi (alpha), yang memiliki nilai 0- 1, 0 menunjukkan tidak ada energi suara yang diambil oleh bahan, sedangkan 1 menunjukkan seluruh energi suara yang datang ke permukaan bahan akan diambil seluruhnya dan tidak dikembalikan ke ruangan. Bahan yang ada di pasaran memiliki alpha antara 0 dan 1 (fungsi frekuensi tentu saja). Bahan penyerap suara tidak mungkin berdiri sendiri sebagai bahan kedap suara, tetapi bisa dikombinasikan dengan bahan kedap suara untuk meningkatkan kinerja kedap suara, yaitu dalam sistem material multi lapisan (sandwich panel), misalnya double gypsum-double gypsum bisa ditingkatkan kinerja kedapnya dengan menyisipkan rockwool diantara kedua lapisan sehingga menjadi double gypsum-rockwool-rongga udara-double gypsum.

Jadi, kedua jenis bahan akustik tersebut dalam tataran praktisnya digunakan secara bersama-sama, sesuai dengan fungsinya masing-masing, untuk membentuk ruang akustik dengan berbagai fungsinya. contoh: Untuk ruang studio diperlukan sejumlah besar permukaan penyerap suara, sekaligus selubung kedap suara, ruang konser memerlukan sedikit bahan penyerap suara tetapi memerlukan selubung kedap suara yang sangat baik.

Prinsip pembuatan ruangan kedap suara harus memperhatikan prinsip prinsip dasar insulasi suara. Umumnya prinsipnya itu dibagi menjadi 5 bagian utama yaitu prinsip massa, dekopling mekanik, absorbsi, resonansi dan konduksi.

Prinsip 1: Massa
Prinsip massa ini berkaitan dengan perilaku suara sebagai gelombang. Apabila gelombang suara menumbuk suatu permukaan, maka dia akan menggetarkan permukaan ini. Semakin ringan permukaan, tentu saja semakin mudah digetarkan oleh gelombang suara dan sebaliknya, seperti halnya kalo anda mendorong troley kosong akan lebih ringan dibandingkan mendorong troley yang terisi penuh dengan batu bata. Tentu saja untuk membuat perubahan besar pada kinerja insulasi, perlu perubahan massa yang besar pula. Secara teoritis, dengan menggandakan massa dinding kita (tanpa rongga udara), akan meningkatkan kinerja insulasi sebesar 6 dB. Misalnya anda punya dinding drywall gypsum dengan single stud, maka setiap penambahan layer gypsum akan memberikan tambahan insulasi 4-5 dB.

Prinsip 2: Dekopling Mekanik
Prinsip dekopling ini adalah prinsip yang paling umum dikenal dalam konsep insulasi. Sound clips, resilient channel, staggered stud,dan double stud adalah beberap contoh aplikasinya. Pada prinsipnya dekopling mekanik dilakukan untuk menghalangi suara merambat dalam dinding,atau menghalangi getaran merambat dari permukaan dinding ke permukaan yang lain. Energi suara/getaran akan “hilang” oleh material lain atau udara yang ada diantara 2 permukaan. Yang seringkali dilupakan, dekopling mekanik ini merupakan fungsi dari frekuensi suara,karena pada saat kita membuat dekopling, kita menciptakan system resonansi., sehingga system dinding hanya akan bekerja jauh diatas frekuensi resonansi itu. Insulasi akan buruk kinerjanya pada frekuensi dibawah ½ oktaf frekuensi r esonansi. Jika anda bisa mengendalikan resonansi ini dengan benar, maka insulasi frekuensi rendah (yang merupakan problem utama dalam proses insulasi) akan dapat dicapai dengan baik.

Prinsip 3: Absorpsi atau penyerapan energi suara
Penggunaan bahan penyerap suara dengan cara disisipkan dalam system dinding insulasi akan meningkatkan kinerja insulasi, karena energy suara yang merambat melewati bahan penyerap akan diubah menjadi energi panas (utk menggetarkan partikel udara yang terperangkap dalam pori2 bahan penyerap. Bahan penyerap ini juga akan menurunkan frekuensi resonansi system partisi/dinding yang di dekopling. (Pernahkah anda mencoba meletakkan mineral wool/glasswool didepan center loudspeaker system Home Theater anda? Coba bandingkan bila anda letak- kan di depan subwoofer anda?)

Setelah anda mencoba, maka anda akan memahami, bahwa insulasi atau soundproofing tidak ditentukan semata oleh bahan penyerap apa yang diisikan dalam dinding anda. Jika anda menggunakan dinding sandwich konvensional (kedua permukaan dihubungkan oleh stud )dan anda isi celah diantaranya dengan bahan penyerap suara, suara akan tetap dapat lewat melalui stud tanpa harus melalui bahan penyerap suara. Jadi bahan penyerap hanya akan efektif bila ada dekopling.

Prinsip 4: Resonansi
Prinsip ini bekerja bertentangan dengan prinsip 1, 2, dan 3, karena resonansi bersifat memudahkan terjadinya getaran. Bila getaran terjadi pada frekuensi yang sama dengan frekuensi resonansi system dinding anda, maka energi suara akan dengan mudah menembus dinding anda (seberapa tebal dan beratpun dinding anda). Ada 2 cara untuk mengendalikan resonansi ini:

Redam resonansinya, sehingga amplituda energi yang sampai sisi lain dinding akan sangat berkurang. Anda dapat menggunakan visco-elastic damping compund, tapi jangan gunakan Mass Loaded Vinyl. Tekan frekuensi resonansi serendah mungkin dengan prinsip 1, 2 dan 3. distributor peredam suara ruangan

Prinsip 5: Konduksi
Ingat bahwa suara adalah gelombang mekanik, sehingga apabila dinding anda terhubung secara mekanik kedua sisinya, maka suara akan dengan mudah merambat dari satu sisi ke sisi lainnya. Untuk mengendalikannya tentu saja ada harus memotong hubungan mekanis antara sisi satu dengan sisi yang lain, misalnya dengan dilatasi antar sisi, menyisipkan bahan lain yang memiliki karakter isolasi lebih tinggi (beda Impedansi Akustik atau tahanan akustik), menggunakan studs dengan cara zigzag, dsb. Konduksi ini juga yang seringkali menyumbangkan problem flangking suara antar ruang. (Itu sebabnya pemberian dekopling/dilatasi pada lantai dan langit-langit juga penting. Sudahkan ruangan theater atau studio anda mempertimbangkan hal diatas?

Akustik suara ruangan berkaitan erat dengan proses penjernihan suara dalam ruangan, terutama agar suara bisa terengar jelas, tidak merusak telinga pendengarnya. Maka tata akustik suara memiliki 3 elemen penting yang harus diperhatikan. Elemen itu adalah elemen pemantul, elemen penyerap dan elemen penyebar suara.

1. Elemen Pemantul (Reflector)
Elemen ini pada umumnya digunakan apabila ruang memerlukan pemantulan gelombang suara pada arah tertentu. Ciri utama elemen ini adalah secara fisik permukaannya keras dan arah pemantulannya spekular (mengikuti kaidah hukum Snellius: sudut pantul sama dengan sudut datang).

2. Elemen Penyerap (Absorber)
Elemen ini digunakan apabila ada keinginan untuk mengurangi energi suara di dalam ruangan, atau dengan kata lain apabila tidak diinginkan adanya energi suara yang dikembalikan ke ruang secara berlebihan. Efek penggunaan elemen ini adalah berkurangnya Waktu Dengung ruang (reverberation time). Ciri utama elemen ini adalah secara fisik permukaannya lunak/berpori atau keras tetapi memiliki bukaan (lubang) yang menghubungkan udara dalam ruang dengan material lunak/berpori dibalik bukaannya, dan mengambil banyak energi gelombang suara yang datang ke permukaannya. Khusus untuk frekuensi rendah, elemen ini dapat berupa pelat tipis dengan ruang udara atau bahan lunak dibelakangnya.

3. Elemen Penyebar (Diffusor)
Elemen ini diperlukan apabila tidak diinginkan adanya pemantulan spekular atau bila diinginkan energi yang datang ke permukaan disebarkan secara merata atau acak atau dengan pola tertentu, dalam level di masing-masing arah yang lebih kecil dari pantulan spekularnya. Ciri utama elemen ini adalah permukaannya yang secara akustik tidak rata. Ketidakrataan ini secara fisik dapat berupa permukaan yang tidak rata (beda kedalaman, kekasaran acak, dsb) maupun permukaan yang secara fisik rata tetapi tersusun dari karakter permukaan yang berbeda beda (dalam formasi teratur ataupun acak). Energi gelombang suara yang datang ke permukaan ini akan dipantulkan secara no spekular dan menyebar (level energi terbagi ke berbagai arah). Elemen ini juga memiliki karakteristik penyerapan.

Pada ruang (akustik) riil, 3 elemen tersebut pada umumnya dijumpai. Komposisi luasan per elemen pada permukaan dalam ruang akan menentukan kondisi medan suara ruang tersebut. Bila Elemen pemantulan menutup 100 % permukaan, ruang tersebut disebut ruang dengung (karena seluruh energi suara dipantulkan kembali ke dalam ruangan). Medan suara yang terjadi adalah medan suara dengung. Sebaliknya, apabila seluruh permukaan dalam tertutup oleh elemen penyerap, ruang tersebut menjadi ruang tanpa pantulan (anechoic), karena sebagian besar energi suara yang datang ke permukaan diserap oleh elemen ini. Medan suara yang terjadi disebut medan suara langsung. Medan suara ruang selain kedua ruang itu dapat diciptakan dengan mengatur luasan setiap elemen, sesuai dengan fungsi ruang.

Rancangan Pembuatan Studio Musik Rekaman

Patokan pembuatan studio rekaman mengacu pada daya kedap suara maksimal dan tata akustik suara yang bagus. Ruangan studio rekaman harus dibagi menjadi minimal 2 ruangan atau 3 ruangan, yaitu ruangan take suara dan ruangan kontrol ditambah ruangan sound lock yang berfungsi untuk menahan suara agar lebih jernih.

Daya kedap suara ruangan take suara harus lebih tinggi atau sama dengan kedap suara ruangan kontrol, namun bisa juga ruangan take suara bisa lebih tinggi dibandingkan kedap suara ruangan kontrol. Mengapa? Ruangan take suara lebih baik tidak ada suara masuk kedalam agar suara yang hasilkan bisa lebih jernih dan berkualitas. Sebaliknya suara dalam ruangan kontrol pun demikian sehingga proses kontrol suara dan mixing bisa berjalan dengan baik. Kebocoran suara bisa menyebabkan kurang bagusnya hasil suara yang diambil sehingga bisa menyebabkan bias suara.

Proses pembuatan ruangan studio rekaman tetap melalui tahap pengerjaan ruangan kedap suara yaitu melakukan isolasi suara atau memblok udara masuk agar suara tidak bisa bergerak dan proses penjernihan suara dengan akustik suara ruangan. Proses pengerjaan kedap suara ruangan tentu ada tahapan prosesnya yang umunya kita mengenal dengan sebutan perhitungan sound tranmission lost (stl), yaitu mengukur daya kedap suara dari bahan bahan material yang dipasang dibandingkan dengan tingkat kebisingan suara yang dihasilkan dalam ruangan studio rekaman.

Apa itu sound transmission lost (stl) atau sound transmission class (stc)? Parameter satuan yang digunakan seberapa besar penurunan kekuatan suara tidak menggunakan persentase.Satuan pengukuran kekuatan suara menggunakan dB ( decibel ). Indikator penurunan tingkat kekuatan suara biasa disebut Sound Transmission Class / Sound Transmission Loss. Perhitungan STC / STL berdasarkan frekuensi 125 Hz – 4000 Hz.

STC atau yang merupakan kependekan dari sound transmission class merupakan kemampuan rata-rata transmission loss suatu bahan dalam mereduksi suara dari berbagai frekuensi. Dengan semakin tingginya STC, maka semakin bagus bahan tersebut dalam mereduksi suara. Dalam mereduksi suatu bunyi, STC bisa digolongkan berdasarkan berbagai rentang nilai desibel. Rentang mereduksi suatu suara pun berbeda-beda, mulai dari 60 dB hingga 20 dB. Apabila suatu bahan merupakan material yang dapat mereduksi bunyi hingga 60 dB, maka suara-suara seseorang berbicara akan tidak dapat didengar karena telah dihambat oleh kemampuan suatu bahan tersebut. Kebanyakan, STC suatu bahan yang beredar dimasyarakat umum merupakan STC berjenis absorbsi atau serapan. STC jenis ini akan bekerja dengan melakukan penyerapan energi suatu bunyi sehingga output bunyi yang dihasilkan merupakan bunyi yang memiliki nilai desibel lebih kecil daripada bunyi input. Selain STC berjenis serapan, terdapat STC lain yang bekerja dengan memantulkan sebagian energi bunyi dan mentransmisikan sisa energi bunyi. Perbedaan mendasar antar kedua jenis STC ini adalah yang pertama material akan menyerap energi, sedangkan yang kedua akan memantulkan energi bunyi.

Insulasi dapat diartikan sebagai sifat dalam menghambat atau mengurangi suatu nilai. Dalam bahasan didunia kustik, atau yang disebut dengan insulasi akustik merupakan suatu material yang berguna untuk mengurangi intensitas suara. Sehingga apabila terdapat suara yang mengenai material insulasi, maka suara tersebut dapat mengalami redaman. Tujuan dengan adanya material insulasi pada dunia akustik yaitu agar tidak terdapatnya atau berkurangnya efek dengung yang terjadi karena adanya pemantulan suara. Penerapan secara umum material insulasi ini biasanya banyak diterapkan di studio musik. Dimana, kebanyakan studio musik memiliki luasan area yang kecil, sehingga efek dengung pun akan dapat terjadi. Maka, untuk menghilangkan atau meminimalkan efek dengung tersebut dapat dengan ditempelkannya material insulasi disetiap dinding studio. Juga perlu diketahui, bahwa kemampuan suatu material dalam menghilangkan atau meminimalkan efek dengung tergantung akan komposisi dan struktur bahan itu sendiri. Biasanya, material insulasi dapat digunakan berupa sekat telur untuk biaya yang murah. Sedangkan untuk dapat menghasilkan kualitas yang lebih bagus bisa dengan digunakannya polimer sterofoam yang didesain agar menjadi material insulasi yang baik.

Rancangan Pembuatan Studio Musik Latihan

Sedikit berbeda dengan rancangan pembuatan ruangan kedap suara studio musik latihan, maka proses tahapan dan prinsipnya tetap sama, hanya bedanya dalam studio musik latihan biasanya toleransi terhadap kebocoran suara masih dipertimbangkan. Namun pertimbangan kebocoran suara dan kedap suara ruangan maka studio musik latihan tetap harus diperhatikan masalah kebocoran suara. Umumnya kebocoran suara terjadi karena dalam proses pembuatannya tidak ada pengukuran atau penjelasan mengenai tingkat daya kedap suara yang dihitung dari masing masing material yang dipasang. Akibatnya suara bisa bocor ke segala arah.

Studio musik latihan memang bisa memiliki opsi untuk nilai daya kedap suara yang dipasang sehingga kebocoran suara yang tidak mengganggu bisa ditoleransi meski harus juga memperhitungkan situasi dan kondisi lingkungan yang ada. Untuk membuat studio musik latihan tentu faktor faktor diaatas wajib kita perhatikan meski dapat dicustom sesuai dengan alat musik yang ada dan tingkat kebisingan suara yang dihasilkan alat musik tersebut.

Rancangan Pembuatan Anggaran Biaya Pembuatan Studio Musik

Untuk menghitung rencana anggaran biaya pembuatan studio musik maka banyak faktor yang mempengaruhi biaya tersebut. Sebelum membahasnya maka berikut faktor faktor yang mempengaruhi biaya pembuatan peredam suara studio musik:

1. Volume Ruangan. Semakin besar area bidang yang ditreatment maka membutuhkan banyak sumber daya yang juga banyak.
2. Tingkat daya kedap suara. Daya kedap suara berkaitan dengan bahan material yang dipasang dengan menghitung nilai stc diatas. Semakin kedap suara ruangan maka semakin tinggi biayanya.
3. Tata akustik suara. akustik suara berkaitan erat dengan kejernihan suara dalam ruangan, memasang tata akustik suara dalam ruangan membutuhkan pengukuran dan bahan material penyusunnya.

Ketiga faktor tersebut membentuk rancangan anggaran biaya pembuatan ruangan studio musik baik untuk studio musik rekaman, studio musik latihan atau sejenisnya. Maka mengetahui ketiga hal diatas akan memudahkan untuk menghitunganya dengan tepat.

Apakah ada bahan material murah untuk membuat peredam suara studio musik? Jawabanya Ada. Kembali kepada perhitungan nilai daya kedap suara, maka memblok suara secara maksimal membutuhkan lebih dari 1 material susunan yang dipasang sedemikian rupa sehingga tingkat kebisingan suara yang dihasilkan bisa diblokir maksimal. Penggunaan bahan material peredam suara murah sebagai bahan kedap suara umunya tidak bisa dipastikan nilai stc nya sehingga berapa nilai stc yang dihasilkan dari bahan material yang dipasang akan sulit.
Studi Kasus Contoh. Misalnya anda mau membuat ruangan kedap suara studio musik latihan dengan ukuran 3 m x 4 m dengan 4 sisi dinding tembok merah diaci, sedangkan plafon langsung genteng tanpa ada dak. Alat musik yang mau digunakan adalah drum 1 set, keyboard dan gitar. Maka dari penjelasan ini kita bisa membayangkan tingkat kebisingan suara yang akan dihasilkan dari alat musik tersebut. Misalnya diukur dengan db meter menghasilkan tingkat kebisingan sebesar 95 decibel dengan dominan pada frekuensi mid dan high. Dengan kondisi lingkungan perumahan, maka anda mau suara tidak bocor keluar sama sekali. Artinya dari semua jenis frekuensi dapat diblok secara maksimal, maka kita bisa menghitung nilai stc bahan material yang dipasang agar menghasilkan nilai daya kedap suara maksimal tersebut. Jika anggaran biaya pembuatan kedap suara ruangan per meter persegi sebesar Rp 1 juta maka biaya yang dikeluarkan untuk memblok suara pada 4 sisi dinding dan plafon adalah 54 m2 (volume permukaan di redam) x Rp 1 juta = Rp 54.000.000,- Biaya ini bukan patokan baku karena penilaian nilia stc masing masing ruangan bisa berbeda.

Ruangan studio musik umumnya mencampurkan antara unsur kedap suara, interior dan tata akustik suara. Maka rincian anggaran biayanya biasanya muncul pada ketiga faktor tersebut. Biaya bisa berbeda beda tergantung dari hal hal yang sudah disebutkan diatas. Untuk lebih jelasnya biaya pembuatan peredam suara studio musik silahkan hubungi kami sebagai partner kerja anda dalam bidang peredam suara dan interior ruangan.

JANGKAUAN FREKUENSI SUARA INSTUMENT

Frekuensi suara yang dapat didengar oleh manusia adalah frequensi yang memiliki rentangan antara 20 Hz sampai dengan 20 KHz atau sering disebut dengan istilah Audio Frequency. Dalam sebuah system Audio ada sebuah alat yang berfungsi untuk mengatur karakter frekuensi dalam system tersebut. Alat itu dinamakan Equalizer.

Jadi, definisi dari Equalizer adalah seperangkat elektronik yang berfungsi untuk mengatur karakteristik suara dalam audio system, atau lebih tepatnya untuk mengatur kekuatan dari setiap frequency yang dilewatkan pada perangkat tersebut.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak karakteristik dari rentangan frequency audio berikut :

1Hz – 30 Hz = Infra Bass. (Hampir tak terdengar, hanya hewan khusus seperti kelelawar / anjing yg bisa mendengarkannya, paus di lautan, radar/sonar kapal selam, dll)

30 Hz – 100 Hz = Sub Bass. (Subwoofer, hampir setara detak denyut jantung, hembusan nafas/angin, gitar bass, suara pria yg terdengar berat atau nge-Bass, dentuman Bom atau bahan peledek, getaran tanah saat gempa, dengung trafo, lampu neon, dll)

100Hz – 300Hz = Bass. (piano, cello, bass, trombone, tuba, suara vokal pria atau wanita yg ngebass, petasan/mercon, alat musik khusus seperti drum dan sejenisnya, ledakan bom/bahan peledak, dl)

300Hz – 1Khz = Middle. (Vokal Pria & Wanita serta anak-anak, peluit, sirine, alarm, alat musik, dll)

1Khz – 3Khz = Vokal. (Vokal Pria & Wanita serta anak-anak, peluit, sirine, alarm, alat musik, lonceng, dll)

3Khz – 10 Khz = Treble. (Alat musik guitar, violin (biola), saxophone, trumpet, flute, cymbal drum, kaca pecah, angin semilir, noise, dll).

 

Data Spektrum:

1. Sub Bass
Jangkauan frekuensi 16 – 60 Hz

Lebih mudah dirasakan daripada didengar
Power dalam suatu musik terkandung dalam range frekuensi ini. Musik yang tidak mempunyai atau kekurangan frekuensi sub bass akan terdengar tidak bertenaga.
Sub bass dalam jumlah yang terlalu banyak menyebabkan musik menjadi keruh.

2. Bass
Jangkauan frekuensi 60 – 250 Hz

Umumnya digunakan dalam pembentukan ritmis pada sebuah musik (rhythm section).
Membuat musik/instrumen terdengar lebih “fat” (gemuk, tebal).
Frekuensi bass yang terlalu banyak bisa menyebabkan musik menjadi “boomy” (mendengung dan tenggelam).

3. Mid Range
Jangkauan frekuensi 250 Hz – 2 kHz

Suara harmonik terendah pada sebagian besar instrumen.
Terlalu banyak frekuensi 500 Hz – 1 kHz menyebabkan musik/instrumen menjadi “honking” (tumpul).
Terlalu banyak frekuensi 1 – 2 kHz menyebabkan musik/instrumen menjadi “tinny” (bersuara seperti logam).

4. High Mid Range
Jangkauan frekuensi 2 – 4 kHz

Mengandung “attack” (hentakan) pada sebagian besar instrumen perkusi.
Suara vokal lebih mudah dianalisa pada frekuensi ini.
Terlalu banyak frekuensi ini menyebabkan telinga cepat lelah.

Jangkauan frekuensi 4 – 6 kHz

Mengandung clarity dan kejelasan.
Menaikkan (boost) frekuensi ini akan membuat musik/instrumen terdengar lebih maju (presence).
Low sibilance terletak pada renge frekuensi ini.

5. High
Jangkauan frekuensi 6 – 20 kHz

Mengandung “brightness” (kecerahan) dan “crispness” (renyah). High sibilance terletak pada range frekuensi ini. Terlalu banyak frekuensi 8 – 16 kHz akan menyebabkan musik/instrumen terdengar “brittle” (rapuh). Sama halnya dengan sub bass, frekuensi diatas 16 kHz lebih mudah dirasakan daripada didengar.

Data Instrumen:
1. Suara vokal laki-laki (male vocal)
· Fullness : ~ 120 Hz
· Boominess : ~ 240 Hz
· Presence/Recognition : 2 kHz – 4 kHz
· Sibilance : 4 kHz – 9 kHz
· Breath/Air : 10 kHz – 16 kHz
2. Suara vokal perempuan (female vocal)
· Fullness : 240 Hz
· Presence/Recognition : 2 kHz – 4 kHz
· Sibilance : 4 kHz – 9 kHz
· Breath/Air : 10 kHz – 16 kHz
3. Kick Drum
· Bottom/Punch : 50 Hz – 100 Hz
· Fullness : 100 Hz – 250 Hz
· Attack : 3 kHz – 5 kHz
· Hollowness : ~ 400 Hz
· Muddiness : dibawah 800 Hz

4. Timpani
· Fundamental : 125 Hz – 150 Hz
· Primary Modes : 145 Hz – 360 Hz
· Attack : ~ 3 kHz
5. Toms
Floor tom:
· Fullness : 80 Hz – 120 Hz
· Attack : ~ 5 kHz
Rack toms:
· Fullness : 240 Hz – 400 Hz
· Attack : 5 kHz – 7 kHz
6. Snare
· Ring : ~ 900 Hz
· Fullness : 120 Hz – 240 Hz
· Attack/Crisp : 2.5 kHz – 5 kHz
· Snap : ~ 10 kHz
7. Conga
· Resonant/Ring : 200 Hz – 240 Hz
· Presence/Slap : 4 kHz – 5 kHz
8. Cymbals/hi-hat
· Clang : ~ 200 Hz
· Presence : ~ 3 kHz
· Shimmer : 7.5 kHz – 12 kHz
9. Tuba
· Low fundamental : B0 (29 Hz)
· Overtones : 1.5 kHz – 2 kHz
10. French horn
· Fundamentals : B1 – G5 (55 Hz – 700 Hz)
· Formants : ~ 340 Hz dan 750 Hz – 3.5 kHz
11. Bass trombone
· Fundamentals : Bb1 – G4 (58 kHz – 400 Hz)
· Overtones : sampai 4 kHz
· Overblows : sampai 8 kHz
12. Tenor trombone
· Fundamentals : E2 – C5 (82 Hz – 520 Hz)
· Overtones : sampai 5 khz
· Overblows : sampai 10 kHz
13. Trumpet
· Fundamentals : E3 – D6 (165 Hz – 1.2 kHz)
· Formants : 1 – 1.5 kHz dan 2 kHz – 3 kHz
· Piercing : ~ 5 kHz
14. Contrabassoon
· Fundamentals : Bb0 – G3 (29 Hz – 200 Hz)
· Overtones : sampai 4 kHz

15. Bassoon
· Fundamentals : Bb1 – E5 (55 Hz – 575 Hz)
· Overtones : sampai 9 kHz
16. Tenor sax
· Fundamentals : B2 – F5 (120 Hz – 725 Hz)
· Overtones : sampai 8 kHz
· Breath : sampai 13 kHz
17. Alto sax
· Fundamentals : C#3 – G5 (139 Hz – 785 Hz)
· Overtones : sampai 8 kHz
· Breath : sampai 13 kHz
18. Clarinet
· Fundamentals : C#3 – G6 (139 Hz – 1.6 kHz)
· Overtones : soft sampai 1.5 kHz; loud sampai 12 kHz
19. Oboe
· Fundamentals : Bb3 – G6 (250 Hz – 1.5 kHz)
· Overtones : sampai 12 kHz
20. Flute
· Fundamentals : B3 – C7 (247 Hz – 2.1 kHz)
· Overtones : sampai 3 – 6 kHz
· Overblows : sampai 8 kHz
21. Piccolo
· Fundamentals : E5 – B7 (630 Hz – 4 kHz)
· Overtones : sampai 16 kHz
22. Bass gitar
· Fundamentals : E1 – F4 (41 Hz – 343 Hz)
· Low fundamentals : dibawah B0
· Bottom : 50 Hz – 80 Hz
· Attack/Pick : 700 Hz – 1 kHz
23. Cello
· Fundamentals : C2 – C5 (56 Hz – 520 Hz)
· Fullness : ~ 240 Hz
· Overtones : kurang dari 8 kHz
24. Viola
· Fundamentals : C3 – C6 (125 Hz – 1 kHz)
· Overtones : sampai 6.3 kHz
· Fullness : 220 Hz – 240 Hz
· Scratchiness : 7 kHz – 10 kHz
25. Violin
· Fundamentals : G3 – E6 (200 Hz – 1.3 kHz)
· Fullness : ~ 240 Hz
· Formants : 300 Hz, 1 khz, dan 1.2 kHz
· Overtones : sampai 16 kHz
· Scratchiness : 7 kHz – 10 kHz

26. Gitar
· Fundamentals : E2 – D6 (82 Hz – 1.2 kHz)
· Fullness : 80 Hz (akustik) dan 240 Hz – 500 Hz (elektrik)
· Body : ~ 240 Hz (akustik)
· Presence : 2 kHz – 5 kHz
· Lubang resonansi suara pada frekuensi antara 80 Hz sampai 100 Hz (akustik)
27. Harpa
· Fundamentals : Bb0 – G7 (29 Hz – 3.1 kHz)
· Overtones : sampai 4 kHz – 6 kHz

28. Pipe organ
· Fundamentals : E0 – A8 (20 Hz – 7.1 kHz)
· Fullness : 80 Hz
· Presence : 2 kHz – 5 kHz
· Body : ~ 240 Hz
29. Piano
· Fundamentals : A0 – C8 (27 Hz – 4.2 kHz)
· Fullness : 80 Hz – 120 Hz
· Presence : 2 kHz – 5 kHz
· Resonance : ~ 40 Hz – 60 Hz
· Honky-tonk : ~ 2.5 kHz

Fungsi Utama Kedap Suara :

Kedap suara studio yang efektif melakukan dua hal penting:
1. Membuat suara di luar masuk studio Anda
2. Membuat suara di dalam studio Anda tidak terdengar di luar studio

Pertama, itu akan membuat studio Anda lebih tenang dengan mencegah suara-suara eksterior seperti mobil, blower daun, pesawat terbang, anjing menggonggong, dll.

Kedua, itu akan membuat Anda tetap berhubungan baik dengan keluarga Anda yang mungkin tidak ingin mendengar Anda bekerja ketika mereka ingin menonton TV atau bersantai.

Dan jangan lupa tetangga Anda, terutama jika Anda tinggal di apartemen atau kondominium!

Ada faktor ketiga yang sering diabaikan:
Menyimpan suara DI DALAM studio Anda – terutama kipas komputer dan suara pendingin udara – agar tidak masuk ke rekaman Anda. Dengan meluangkan waktu untuk memahami peredam suara, Anda akan menuai hasilnya dengan lingkungan kerja yang lebih bahagia untuk Anda, keluarga, dan tetangga Anda.

Ini adalah contoh dari apa yang bisa terjadi ketika Anda mengabaikan sisi kedap suara dari studio rumah Anda.

Perbedaan Antara Kedap Suara Dan Dinding Akustik Ada perbedaan besar antara  dinding kedap suara dan akustik: Blok kedap suara suara yang tidak diinginkan keluar dari studio Anda dan keluar dari rekaman Anda. NAMUN, p dinding akustik seperti panel akustik, diffuser, dan perangkap bass membuat studio Anda terdengar lebih baik dengan meningkatkan akustik ruangan. Akustik yang lebih baik menghasilkan rekaman yang lebih baik. Anda membutuhkan  kedap suara dan suara akustik untuk membuat studio musik yang bisa digunakan.

Kesalahpahaman Umum Kedap Suara

Berikut ini beberapa mitos kedap suara yang sering ditanyakan orang:

Menggunakan Karton / Kasur Telur
Seperti yang telah Anda pelajari, satu-satunya cara nyata untuk menghentikan suara memasuki ruangan adalah melalui penambahan massa, redaman, decoupling, dan penyerapan.
Karton telur tidak memiliki massa nyata dan karenanya tidak akan membantu dalam peredaman suara.
TAPI, mereka dapat membantu akustik ruangan Anda dengan menyerap dan menyebarkan frekuensi tinggi (tautan ke artikel akustik).

• Menggunakan Busa Peredam Suara
Saya melihat pertanyaan ini di banyak ulasan dan forum Amazon:
“Bisakah saya menggunakan busa kedap suara untuk kedap suara kamar saya?”
Sama seperti karton telur, busa tidak memiliki massa yang cukup untuk melakukan banyak hal dalam hal kedap suara. Tetapi produk busa akustik bekerja sangat baik untuk penyerapan suara frekuensi tinggi dan menengah.

• Menggunakan Karpet di Dinding
Sama seperti karton telur, karpet di dinding akan membantu penyerapan suara. Karpet tidak memiliki massa yang cukup untuk menyediakan peredaman suara yang substansial.
NAMUN, karpet di lantai (dengan bantalan) efektif mengurangi suara yang melewati lantai ke ruangan di bawah. Jadi memang ada beberapa penggunaan kedap suara ketika diterapkan di lantai.

• Menggunakan jerami
Menariknya, bal jerami memang membuat bahan kedap suara yang efektif dan memiliki manfaat menyerap suara juga. Tapi kecuali studio Anda keluar di pertanian, dan Anda suka tampilan dan baunya, apakah Anda benar-benar ingin bal jerami di studio Anda ??

Konstruksi Ideal Studio Rekaman

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, Anda perlu merobohkan kamar Anda sampai ke stud untuk menggabungkan semua metode kedap suara ini di dinding dan langit-langit Anda. Jika Anda berada dalam posisi untuk melakukan itu, Anda harus mempertimbangkan sebuah ruangan dalam konstruksi ruangan.

Teknik Ruang Dalam Konstruksi Ruang

Kebanyakan studio profesional, jika memiliki anggaran, membuat ruangan di dalam ruangan. Ruang dalam dipisahkan dari struktur bangunan luar dengan menggunakan produk isolator suara seperti saluran tangguh.

Teknik konstruksi ini menghilangkan sebagian besar suara yang memasuki ruangan dengan getaran suara yang ditransfer melalui papan dinding.

Selain itu, kedap suara ruangan bagian dalam ditingkatkan dengan memiliki dinding / lapisan insulasi tambahan di antara kedua struktur. DAN, menggunakan metode drywall ganda / penghalang vinil di ruang dalam memecahkan masalah massa, redaman, decoupling, dan penyerapan yang ditemukan dalam konstruksi konvensional. Ruang dalam konstruksi ruang sangat efektif, meskipun cukup mahal.

Rekomendasi Studio Rekaman Rumah

Meskipun ruangan di dalam konstruksi kamar berada di luar anggaran untuk sebagian besar pemilik studio, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan jika Anda memiliki rumah sendiri dan dapat mengubah konstruksi rumah Anda.
Hal paling efektif yang dapat Anda lakukan adalah:

• Tambahkan insulasi ke semua dinding interior studio
• Tambahkan lapisan kedua drywall ke dinding dan langit-langit, dan gunakan senyawa peredam seperti Lem Hijau untuk mengapit dua lapisan
• Gunakan penghalang vinil atau QuietRock di antara lapisan drywall jika Anda memiliki anggaran untuk itu
• Tutup semua celah atau lubang dinding kering dengan gala akustik
• Ganti jendela panel tunggal atau ganda dengan jendela panel tiga
Studio Rumah Saya Sendiri.

Jendela Jendela

Ke kiri ke kanan, 2 jendela (hanya satu yang ditampilkan) adalah jendela tiga panel. Meskipun studio ini terletak di jalan perumahan yang tenang, saya tidak ingin pengganggu tukang kebun atau suara mobil mengganggu, jadi saya memilih untuk jendela tiga panel, bukan dua panel. Meskipun lebih mahal, mereka menghilangkan semua suara yang masuk melalui jendela.

Konstruksi Dinding

Ketika kami pergi ke stud di dinding yang ada dan melakukan konstruksi baru di dinding baru yang merupakan bagian dari garasi, kami memilih dua lapisan papan dinding 5/8 “dengan isolasi dan lapisan penghalang akustik vinil di antara mereka, menggunakan Senyawa peredam lem hijau.
Dinding ini kokoh! Kami menggunakan banyak pendengaran akustik untuk mengisi semua celah dan celah di mana suara bisa masuk.

Kelistrikan

Semua sakelar listrik dipasang di dinding, menghilangkan titik masuk suara yang umum ketika kotak dalam dinding standar digunakan untuk sakelar listrik.

Panduan Untuk Akustik Ruangan Studio

Sistem akustik di sisi lain, bertujuan HANYA untuk mengontrol pantulan suara DALAM ruangan, untuk membuat rekaman suara yang lebih baik.

3 Elemen Perawatan Akustik

Membuat ruangan Anda terdengar hebat dengan perawatan akustik membutuhkan kombinasi 3 item:

  1. Bass Traps – untuk menyerap frekuensi rendah
  2. Panel Akustik – untuk menyerap frekuensi menengah / tinggi
  3. Diffuser – untuk menyebarkan frekuensi yang tersisa

Sekarang mari kita belajar lebih banyak tentang masing-masing …

1. Bass Traps

Elemen pertama dan paling penting dari perawatan akustik untuk ditambahkan ke kamar Anda adalah perangkap bass. Jika Anda hanya mampu membeli 1 barang sekarang, dapatkan ini.

Dan inilah alasannya:

Meskipun umumnya dianggap sebagai alat khusus untuk menyerap frekuensi bass … Jebakan bass berpori sebenarnya adalah penyerap broadband, yang berarti mereka pandai menyerap frekuensi menengah / tinggi.

Itulah sebabnya kadang-kadang … jebakan bass saja sudah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Dalam ruangan studio rumah kecil khususnya, di mana frekuensi bass bisa sangat bermasalah, perangkap bass adalah HARUS-TELAH.

2. Panel Akustik

panel akustik auralexSementara banyak orang menganggap panel akustik sebagai senjata “utama” untuk memerangi masalah dengan akustik studio …

Yang benar adalah, mereka hampir sepenuhnya tidak efektif menyerap frekuensi bass terendah …Dan karena itu harus digunakan sebagai alat tambahan … SETELAH  bass trap dipasang.

Tapi inilah yang bisa mereka lakukan sehingga perangkap bass tidak bisa:

Karena lebih tipis, dan menawarkan lebih banyak area permukaan dengan material lebih sedikit, panel akustik dapat memberikan cakupan dinding yang lebih besar, dengan biaya lebih sedikit.

Apa yang dilakukan adalah membunuh gelombang berdiri yang mungkin ada di antara dinding paralel yang berlawanan. Itu adalah satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh perangkap bass, karena mereka terutama terletak di sudut ruangan.

3.  Difussor (Penyebar Suara)

Orang-orang sekarang percaya bahwa untuk kamar yang lebih kecil, Seperti kebanyakan studio rumah, Efektivitas difusi sangat berkurang, jika tidak dinetralkan.

Untuk studio proyek, itu kabar baik, karena ini menghilangkan kebutuhan untuk pengguna yang mahal.

Banyak orang tidak menggunakannya sama sekali. Namun yang lain tidak setuju sepenuhnya, dan menggunakan banyak dari mereka.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *